Mana ada,teruus tiada
Kadang manis terasa juga pahit
ada kecerahan , berganti mendung mendinginkan sedikit mmenakutkan
berhari muncul, lalu hilang
Betapa mudah memberi aba-aba
bagi tanda baca yang tertulis pada nyawa
Telah menyatakan tentulah menjanjikan
Waktu datang menghabiskan nafas
itu tak mungkin menjauh!
Karena penghalang tidak akan berangkat
untuk menebang aba-aba itu
November,2008
Jumat, 24 September 2010
Kamis, 23 September 2010
Jatuh puing-puing
Melayang entah kemana
Luapan asa merintih
dan kini hanyalah butiran debu kotor
mencemarkan,
bukan hal yang di sukai
suka.resah,gembira,gelisah
adalah balutan hadiah semu bagiku
suci
putih
bersih
ingin kurangkai kembali menjadi tirai-tirai pada jendela yang telah terombang ambing tumpahkan tinta hitam merasuki sukma
Yang memberi suci
Lapisilah energi pada otot lemah
mata lelah
tangan patah
langkah yang rapuh agar perjuanganku sampai ke medan perang
tuk temukan dia saang dewi
Mei,2008
Luapan asa merintih
dan kini hanyalah butiran debu kotor
mencemarkan,
bukan hal yang di sukai
suka.resah,gembira,gelisah
adalah balutan hadiah semu bagiku
suci
putih
bersih
ingin kurangkai kembali menjadi tirai-tirai pada jendela yang telah terombang ambing tumpahkan tinta hitam merasuki sukma
Yang memberi suci
Lapisilah energi pada otot lemah
mata lelah
tangan patah
langkah yang rapuh agar perjuanganku sampai ke medan perang
tuk temukan dia saang dewi
Mei,2008
Terima kasih
Hijau,kuning,Merah
Mengajak sanubari bernyanyi
Kecipak banyu murni menyelubung celah-celah sawah
Lahirkan puisi santun
Gembira rayakan kesyukuran atasNya
Tinggi menjulang pinus bergoyang
Beribu lembar daun menyerta
menghambur dzikir suci
menembus angin kelam membongkar kepunahan
Sang penyair bumi
''Terima kasih"
Mei,2008
Mengajak sanubari bernyanyi
Kecipak banyu murni menyelubung celah-celah sawah
Lahirkan puisi santun
Gembira rayakan kesyukuran atasNya
Tinggi menjulang pinus bergoyang
Beribu lembar daun menyerta
menghambur dzikir suci
menembus angin kelam membongkar kepunahan
Sang penyair bumi
''Terima kasih"
Mei,2008
Sahabat
adalah kasih sayang
juga sebuah cinta
menguak lembaran legenda menengadah
di atas bumi
Karang putih menawan
Menetap setia dalam laut luas
Raut pelangi mewarnai jalanku
Mengusap buliran hujan air mata
ketika jemari menusuk jantungku
Wahai,,,
Untaian kata-kata indahmu
selalu mengitari kehampaanku
membentengi bunga laut
agar dapat tumbuh kembali
meniti hari cerah
dan membunuh kepiting-kepiting nakal
Mei,2010
juga sebuah cinta
menguak lembaran legenda menengadah
di atas bumi
Karang putih menawan
Menetap setia dalam laut luas
Raut pelangi mewarnai jalanku
Mengusap buliran hujan air mata
ketika jemari menusuk jantungku
Wahai,,,
Untaian kata-kata indahmu
selalu mengitari kehampaanku
membentengi bunga laut
agar dapat tumbuh kembali
meniti hari cerah
dan membunuh kepiting-kepiting nakal
Mei,2010
Sajak
sajak,adikku sayang
Bermain terus melempar jauh
mengitari rumah
Lari-lari mengejar matahari
ajari ma'na air mata
menitik deras di muka lucu
Sajak,adikku sayang
canda menyapa sahabatmu
buah kado cinta pada sedihmu
Sajak,adikku sayang
rintihan menjerit saat dahaga kekurangan asi di lampau masa jabang merahmu
Bunda semakin memelukmu
sekian sayang
untuk senyuman pada
sajak,adikku sayang
Juni,2008
Bermain terus melempar jauh
mengitari rumah
Lari-lari mengejar matahari
ajari ma'na air mata
menitik deras di muka lucu
Sajak,adikku sayang
canda menyapa sahabatmu
buah kado cinta pada sedihmu
Sajak,adikku sayang
rintihan menjerit saat dahaga kekurangan asi di lampau masa jabang merahmu
Bunda semakin memelukmu
sekian sayang
untuk senyuman pada
sajak,adikku sayang
Juni,2008
Senin, 13 September 2010
Bunda
Uwai
uwai,
derana beta berurai air mata saban gulita
saat kawan dirumah bersimpuh berperi salam akan sekolah
ladang padi dan burung yang biasa kusalami
uwai,
enam tahun diruntut asrama putih
putih biru sampai putih abu kulipat dari kerig syamsu
bertumpuk-tumpuk buku menyaksi memata
melanyah suka campur lara
teman karibku itulah uwaiku enam tahun ini
uwai,
bertingkai pangkai kakiku dengan nafsu agar bisa merawatmu saat gigi sakit menggemburu hingga membengkak pipi
uwai,
cenderamataku selamanya
april,2010
uwai,
derana beta berurai air mata saban gulita
saat kawan dirumah bersimpuh berperi salam akan sekolah
ladang padi dan burung yang biasa kusalami
uwai,
enam tahun diruntut asrama putih
putih biru sampai putih abu kulipat dari kerig syamsu
bertumpuk-tumpuk buku menyaksi memata
melanyah suka campur lara
teman karibku itulah uwaiku enam tahun ini
uwai,
bertingkai pangkai kakiku dengan nafsu agar bisa merawatmu saat gigi sakit menggemburu hingga membengkak pipi
uwai,
cenderamataku selamanya
april,2010
Muhammadku
Mega memancar di mata
Ulasan senandung sendu tapi tak pilu begitu syahdu
Hari bernada terus marak membagi manusia perasa
Apakah saat itu kau mau mengunyah cinta lezat
Membawa hidangan kajian alif,ba,ta untuk
Menuntun syair bait sholat
Atau lebih!
Dunia cinta aba zahra akan tamukan berlian juga
april,2010
Mega memancar di mata
Ulasan senandung sendu tapi tak pilu begitu syahdu
Hari bernada terus marak membagi manusia perasa
Apakah saat itu kau mau mengunyah cinta lezat
Membawa hidangan kajian alif,ba,ta untuk
Menuntun syair bait sholat
Atau lebih!
Dunia cinta aba zahra akan tamukan berlian juga
april,2010
Teganya
Kalau keegoisanmu tak mengalir
Kalau saja pelan-pelan menelan kunyahan makanan ala ku sampai lembut hingga kau tak tersedak
mungkin tanganku memandu menjalar tafsiran hidupmu
agar meminum seawan air putih mineral berTDS nol
yang dalam imajiku menyimpang
tegamu tumpahkan di depan mata kepalaku sendiri
tragedi kecerobohan ulahmu
membingungkan
Begitu sekarang
menyempatkanku
lelah gemulai dapat tawarimu minuman
maret,2010
Kalau keegoisanmu tak mengalir
Kalau saja pelan-pelan menelan kunyahan makanan ala ku sampai lembut hingga kau tak tersedak
mungkin tanganku memandu menjalar tafsiran hidupmu
agar meminum seawan air putih mineral berTDS nol
yang dalam imajiku menyimpang
tegamu tumpahkan di depan mata kepalaku sendiri
tragedi kecerobohan ulahmu
membingungkan
Begitu sekarang
menyempatkanku
lelah gemulai dapat tawarimu minuman
maret,2010
Bukan lelah
bukan cuma air mata
mengenal gagal sungguh penyesalan
kerugian otak ,masa depan sangat memacu jika berjabat tangan dengannya
melelahkan terus berbaring di sofa
gelap gurasan air mata
mencincang kata,bumbui dengan pengorbanan besar
itu bukan hanya terus menjadi kuah sop air mata yang tersaji dipembaringan sofa
itu bukan hanya lara semata
pengorbanan adalah penyerahan air mata lara
mengarah watak asli masa cinta bahagia
Maret,2010
bukan cuma air mata
mengenal gagal sungguh penyesalan
kerugian otak ,masa depan sangat memacu jika berjabat tangan dengannya
melelahkan terus berbaring di sofa
gelap gurasan air mata
mencincang kata,bumbui dengan pengorbanan besar
itu bukan hanya terus menjadi kuah sop air mata yang tersaji dipembaringan sofa
itu bukan hanya lara semata
pengorbanan adalah penyerahan air mata lara
mengarah watak asli masa cinta bahagia
Maret,2010
Langganan:
Komentar (Atom)